Entri Populer

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Rabu, 05 November 2008

gerakan yogapemanasan:1.duduk tegak dengan posisi kaki bersila. satukan kedua tangan di depan perut dengan telapak tangan menghadap ke atas. tarik napas dan angkat tangan perlahan-lahan, lalu embuskan napas.2.masih posisi yang sama, kaki bersila, bentangkan tangan setinggi bahu, buat gerakan dengan tangan untuk melepas ketegangan, keluarkan napas, dan tarik tangan turun.3.tarik napas dengan kedua tangan ke atas, jalinkan jari-jari. setelah itu, bentangkan tangan ke samping kanan dan kiri, keluarkan napas, lalu kembalikan tangan ke pangkuan.inti1.silangkan kaki kiri berhadapan dengan lutut kanan. letakkan tangan kiri ke belakang. posisi tangan kanan berada di depan lutut kiri. putar badan ke kiri. lakukan pernapasan.2.kaki kanan ke depan, pegang jari kaki kanan dengan tangan kanan. kaki kiri berada di atas paha kanan. pegang jari kaki kiri dengan tangan kiri melalui belakang punggung. tarik dan hela napas secara teratur.3.buka kedua kaki, bungkukkan badan dan kedua tangan ke arah depan. rasakan rentangan di dalam daerah lipat paha. tarik napas dalam-dalam, lalu embuskan.4.latihan suryanamaskar-posisi berdiri. rentangkan tangan ke atas, rasakan pengembangan dada. tetap bernapas dalam.-posisi membungkuk, telapak tangan rata matras. jari tangan segaris dengan jari kaki.-posisi telungkup, keluarkan napas. biarkan dada menempel matras dan angkat dagu. tarik napas dan buatlah gerakan meluncur seperti kobra.-posisi telungkup, angkat dada dengan kedua tangan. tarik napas.-posisi telungkup. pegang kedua mata kaki dengan kedua tangan. lalu tarik ke atas menyerupai busur.-letakkan dahi di atas matras. tangan dan kaki letakkan ke belakang. posisi sejajar.-posisi berdiri. buka kaki ke samping semaksimal mungkin. pegang mata kaki sebelah kanan dengan tangan kanan. tarik tangan kiri ke atas dekat telinga. pandangan ke atas. lakukanlah pernapasan panjang, lalu ganti posisi ke sebelah kiri.-buka kedua kaki. letakkan kedua tangan di pinggang. posisi kaki kanan 90 derajat, badan tegak. lakukan pernapasan dan ganti posisi sebelah kiri.relaksasi- posisi duduk kaki bersila, punggung tegak. letakkan tangan di samping lutut. ibu jari tangan bertemu telunjuk. ambil napas panjang, lalu embuskan. boleh dilakukan dengan mata tertutup, tapi jangan sampai tertidur. lakukan meditasi, pikirkan hal-hal positif.catatan: saat melakukan pernapasan pada gerakan-gerakan di atas, pakailah perbandingan 1:2:2. artinya, jika pengambilan napas dilakukan pada 2 hitungan, maka tahan napas dalam 4 hitungan dan keluarkan napas juga dalam 4 hitungan.
Manfaat dan Tujuan Senam Asma

Senam asma juga merupakan salah satu penunjang pengobatan asma karena keberhasilan pengobatan asma tidak hanya ditentukan oleh obat asma yang dikonsumsi, namun juga faktor gizi dan olah raga. Bagi penderita asma, olah raga diperlukan untuk memperkuat otot-otot pernapasan.
Senam asma bertujuan untuk:
Melatih cara bernafas yang benar.
Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan.
Melatih ekspektorasi yang efektif.
Meningkatkan sirkulasi.
Mempercepat asma yang terkontrol.
Mempertahankan asma yang terkontrol.
Kualitas hidup lebih baik.
Senam asma tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi mereka yang akan melakukan senam asma, yaitu: tidak dalam serangan asma, sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.
Rangkaian dan Frekwensi Senam Asma
Rangkaian senam asma pada prinsipnya untuk melatih memperkuat otot-otot pernafasan agar penderita asma lebih mudah melakukan pernafasan dan ekspektorasi.
Senam asma sebaiknya dilakukan rutin 3-4 kali seminggu dan setiap kali senam ± 30 menit. Senam asma akan memberikan hasil bila dilakukan selama 6-8 minggu.
Senam asma tidak berbeda dengan senam pada umumnya. Berikut rangkaian senam Asma:
1. Pemanasan
Dimulai dengan pemanasan
2. latihan Inti
Latihan inti A:Bertujuan untuk melatih cara bernafas yang efektif bagi penderita asma. Dengan cara menarik nafas dan mengeluarkan nafas. Proses pengeluaran nafas lebih lama 2 hitungan.Latihan inti B:Bertujuan untuk melepaskan otot-otot pernafasan. Dengan irama yang ritmis, otot-otot akan menjadi santai, sehingga mempermudah pernafasan dan ekspektorasi.
3. Aerobik
Aerobik dilakukan supaya tubuh dapat menghasilkan pembakaran O2 tinggi untuk meningkatkan hembusan napas. Dan disesuaikan dengan kondisi dan usia peserta senam asma
4. Pendinginan
Diakhiri pendinginan. alam pendinginan, dilakukan gerakan-gerakan lambat agar otot-otot kembali seperti keadaan semula yaitu dengan menggerakkan tangan sambil menarik napas pelan-pelan.


Manfaat dan Tujuan Senam Asma
Senam asma juga merupakan salah satu penunjang pengobatan asma karena keberhasilan pengobatan asma tidak hanya ditentukan oleh obat asma yang dikonsumsi, namun juga faktor gizi dan olah raga. Bagi penderita asma, olah raga diperlukan untuk memperkuat otot-otot pernapasan.
Senam asma bertujuan untuk:
Melatih cara bernafas yang benar.
Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan.
Melatih ekspektorasi yang efektif.
Meningkatkan sirkulasi.
Mempercepat asma yang terkontrol.
Mempertahankan asma yang terkontrol.
Kualitas hidup lebih baik.
Senam asma tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi mereka yang akan melakukan senam asma, yaitu: tidak dalam serangan asma, sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.
Rangkaian dan Frekwensi Senam Asma
Rangkaian senam asma pada prinsipnya untuk melatih memperkuat otot-otot pernafasan agar penderita asma lebih mudah melakukan pernafasan dan ekspektorasi.
Senam asma sebaiknya dilakukan rutin 3-4 kali seminggu dan setiap kali senam ± 30 menit. Senam asma akan memberikan hasil bila dilakukan selama 6-8 minggu.
Senam asma tidak berbeda dengan senam pada umumnya. Berikut rangkaian senam Asma:
1. Pemanasan
Dimulai dengan pemanasan
2. latihan Inti
Latihan inti A:Bertujuan untuk melatih cara bernafas yang efektif bagi penderita asma. Dengan cara menarik nafas dan mengeluarkan nafas. Proses pengeluaran nafas lebih lama 2 hitungan.Latihan inti B:Bertujuan untuk melepaskan otot-otot pernafasan. Dengan irama yang ritmis, otot-otot akan menjadi santai, sehingga mempermudah pernafasan dan ekspektorasi.
3. Aerobik
Aerobik dilakukan supaya tubuh dapat menghasilkan pembakaran O2 tinggi untuk meningkatkan hembusan napas. Dan disesuaikan dengan kondisi dan usia peserta senam asma
4. Pendinginan
Diakhiri pendinginan. alam pendinginan, dilakukan gerakan-gerakan lambat agar otot-otot kembali seperti keadaan semula yaitu dengan menggerakkan tangan sambil menarik napas pelan-pelan.



Manfaat dan Tujuan Senam Asma
Senam asma juga merupakan salah satu penunjang pengobatan asma karena keberhasilan pengobatan asma tidak hanya ditentukan oleh obat asma yang dikonsumsi, namun juga faktor gizi dan olah raga. Bagi penderita asma, olah raga diperlukan untuk memperkuat otot-otot pernapasan.
Senam asma bertujuan untuk:
Melatih cara bernafas yang benar.
Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan.
Melatih ekspektorasi yang efektif.
Meningkatkan sirkulasi.
Mempercepat asma yang terkontrol.
Mempertahankan asma yang terkontrol.
Kualitas hidup lebih baik.
Senam asma tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi mereka yang akan melakukan senam asma, yaitu: tidak dalam serangan asma, sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.
Rangkaian dan Frekwensi Senam Asma
Rangkaian senam asma pada prinsipnya untuk melatih memperkuat otot-otot pernafasan agar penderita asma lebih mudah melakukan pernafasan dan ekspektorasi.
Senam asma sebaiknya dilakukan rutin 3-4 kali seminggu dan setiap kali senam ± 30 menit. Senam asma akan memberikan hasil bila dilakukan selama 6-8 minggu.
Senam asma tidak berbeda dengan senam pada umumnya. Berikut rangkaian senam Asma:
1. Pemanasan
Dimulai dengan pemanasan
2. latihan Inti
Latihan inti A:Bertujuan untuk melatih cara bernafas yang efektif bagi penderita asma. Dengan cara menarik nafas dan mengeluarkan nafas. Proses pengeluaran nafas lebih lama 2 hitungan.Latihan inti B:Bertujuan untuk melepaskan otot-otot pernafasan. Dengan irama yang ritmis, otot-otot akan menjadi santai, sehingga mempermudah pernafasan dan ekspektorasi.
3. Aerobik
Aerobik dilakukan supaya tubuh dapat menghasilkan pembakaran O2 tinggi untuk meningkatkan hembusan napas. Dan disesuaikan dengan kondisi dan usia peserta senam asma
4. Pendinginan
Diakhiri pendinginan. alam pendinginan, dilakukan gerakan-gerakan lambat agar otot-otot kembali seperti keadaan semula yaitu dengan menggerakkan tangan sambil menarik napas pelan-pelan.



Hindari Asma Dengan Cara tepat
Pada penderita asma, latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu serangan asama.Dibawah ini adalah beberapa latihan untuk penderita asma :Pertama, gimnastik respirasi atau senam pernapasan. Tujuan untuk memperbaiki kelenturan (fleksibilitas) rongga dada, sehingga dapat mengembang-mengempis secara optimal, memperbaiki kelenturan dan kekuatan diafragma (sekat rongga badan) sehingga pernapasan perut dan diafragma optimal. Meregangkan otot-otot pernapasan. Selain memperbaiki kelenturan rongga dada juga menghilangkan kondisi yang selalu menegang (memendek dan kaku) otot-otot tersebut, sehingga memudahkan pernapasan yang benar dan memperbaiki postur rubuh.Kedua, program terapi latihan atau fisioterapi yang umum. Latihan pernapasan (Breathing Exercise) berbeda dengan gimnastik respirasi, meskipun didalamnya terdapat latihan-latihan yang bertujuan memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. Tujuan utamanya pada penderita asma adalah untuk melakukan pernapasan yang benar (efisien).Latihan pernapasan utama bagi penderita asama adalah latihan nafas perut atau diafragma. Kekhususan di dalam latihan wyakni waktu mengeluarkan nafas dikerjakan secara aktif. Sedangkan sewaktu menarik napas, lebih banyak secara pasif. Mengeluarkan nafas melalui mulut yang mencucu seperti sewaktu meniup lilin atau bersiul, pelan-pelan, dengan mengkempiskan dinding perut. Sewaktu inspirasi, dinding perut relaks (pasif) dan udara masuk ke paru-paru melalui hidung.Latihan relaksasi pada penderita asma bertujuan mencapai kondisi relaks baik sewaktu ada serangan maupun diluar serangan. Yang ingin dicapai, penderita secara spontan dapat relaksasi, baik pada otot-otot pernapasannya maupun mentalnya, pada saat serangan terasa akan datang atau sedang dalam serangan.Latihan memperbaiki postur tubuh, pada penderita asma berat yang kronis, postur tubuh menjadi agak bungkuk dengan kedua bahu agak terangkat, nampak otot-otot pernapasan menonjol, memendek dan kaku. Terdapat saling keterkaitan antara postur tubuh otot-otot tubuh yang membesar dan kaku, serta pernapasan yang paradoksal. Gymnastik-Respirasi untuk penderita asma, biasanya telah memasukkan unsur perbaikan postur tubuh ini di dalamnya.Pada penderita asma, latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu serangan asama.Dibawah ini adalah beberapa latihan untuk penderita asma :Pertama, gimnastik respirasi atau senam pernapasan. Tujuan untuk memperbaiki kelenturan (fleksibilitas) rongga dada, sehingga dapat mengembang-mengempis secara optimal, memperbaiki kelenturan dan kekuatan diafragma (sekat rongga badan) sehingga pernapasan perut dan diafragma optimal. Meregangkan otot-otot pernapasan. Selain memperbaiki kelenturan rongga dada juga menghilangkan kondisi yang selalu menegang (memendek dan kaku) otot-otot tersebut, sehingga memudahkan pernapasan yang benar dan memperbaiki postur rubuh.Kedua, program terapi latihan atau fisioterapi yang umum. Latihan pernapasan (Breathing Exercise) berbeda dengan gimnastik respirasi, meskipun didalamnya terdapat latihan-latihan yang bertujuan memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. Tujuan utamanya pada penderita asma adalah untuk melakukan pernapasan yang benar (efisien).Latihan pernapasan utama bagi penderita asama adalah latihan nafas perut atau diafragma. Kekhususan di dalam latihan wyakni waktu mengeluarkan nafas dikerjakan secara aktif. Sedangkan sewaktu menarik napas, lebih banyak secara pasif. Mengeluarkan nafas melalui mulut yang mencucu seperti sewaktu meniup lilin atau bersiul, pelan-pelan, dengan mengkempiskan dinding perut. Sewaktu inspirasi, dinding perut relaks (pasif) dan udara masuk ke paru-paru melalui hidung.Latihan relaksasi pada penderita asma bertujuan mencapai kondisi relaks baik sewaktu ada serangan maupun diluar serangan. Yang ingin dicapai, penderita secara spontan dapat relaksasi, baik pada otot-otot pernapasannya maupun mentalnya, pada saat serangan terasa akan datang atau sedang dalam serangan.Latihan memperbaiki postur tubuh, pada penderita asma berat yang kronis, postur tubuh menjadi agak bungkuk dengan kedua bahu agak terangkat, nampak otot-otot pernapasan menonjol, memendek dan kaku. Terdapat saling keterkaitan antara postur tubuh otot-otot tubuh yang membesar dan kaku, serta pernapasan yang paradoksal. Gymnastik-Respirasi untuk penderita asma, biasanya telah memasukkan unsur perbaikan postur tubuh ini di dalamnya.