Manfaat dan Tujuan Senam Asma
Senam asma juga merupakan salah satu penunjang pengobatan asma karena keberhasilan pengobatan asma tidak hanya ditentukan oleh obat asma yang dikonsumsi, namun juga faktor gizi dan olah raga. Bagi penderita asma, olah raga diperlukan untuk memperkuat otot-otot pernapasan.
Senam asma bertujuan untuk:
Melatih cara bernafas yang benar.
Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan.
Melatih ekspektorasi yang efektif.
Meningkatkan sirkulasi.
Mempercepat asma yang terkontrol.
Mempertahankan asma yang terkontrol.
Kualitas hidup lebih baik.
Senam asma tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi mereka yang akan melakukan senam asma, yaitu: tidak dalam serangan asma, sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.
Rangkaian dan Frekwensi Senam Asma
Rangkaian senam asma pada prinsipnya untuk melatih memperkuat otot-otot pernafasan agar penderita asma lebih mudah melakukan pernafasan dan ekspektorasi.
Senam asma sebaiknya dilakukan rutin 3-4 kali seminggu dan setiap kali senam ± 30 menit. Senam asma akan memberikan hasil bila dilakukan selama 6-8 minggu.
Senam asma tidak berbeda dengan senam pada umumnya. Berikut rangkaian senam Asma:
1. Pemanasan
Dimulai dengan pemanasan
2. latihan Inti
Latihan inti A:Bertujuan untuk melatih cara bernafas yang efektif bagi penderita asma. Dengan cara menarik nafas dan mengeluarkan nafas. Proses pengeluaran nafas lebih lama 2 hitungan.Latihan inti B:Bertujuan untuk melepaskan otot-otot pernafasan. Dengan irama yang ritmis, otot-otot akan menjadi santai, sehingga mempermudah pernafasan dan ekspektorasi.
3. Aerobik
Aerobik dilakukan supaya tubuh dapat menghasilkan pembakaran O2 tinggi untuk meningkatkan hembusan napas. Dan disesuaikan dengan kondisi dan usia peserta senam asma
4. Pendinginan
Diakhiri pendinginan. alam pendinginan, dilakukan gerakan-gerakan lambat agar otot-otot kembali seperti keadaan semula yaitu dengan menggerakkan tangan sambil menarik napas pelan-pelan.
Manfaat dan Tujuan Senam Asma
Senam asma juga merupakan salah satu penunjang pengobatan asma karena keberhasilan pengobatan asma tidak hanya ditentukan oleh obat asma yang dikonsumsi, namun juga faktor gizi dan olah raga. Bagi penderita asma, olah raga diperlukan untuk memperkuat otot-otot pernapasan.
Senam asma bertujuan untuk:
Melatih cara bernafas yang benar.
Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan.
Melatih ekspektorasi yang efektif.
Meningkatkan sirkulasi.
Mempercepat asma yang terkontrol.
Mempertahankan asma yang terkontrol.
Kualitas hidup lebih baik.
Senam asma tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi mereka yang akan melakukan senam asma, yaitu: tidak dalam serangan asma, sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.
Rangkaian dan Frekwensi Senam Asma
Rangkaian senam asma pada prinsipnya untuk melatih memperkuat otot-otot pernafasan agar penderita asma lebih mudah melakukan pernafasan dan ekspektorasi.
Senam asma sebaiknya dilakukan rutin 3-4 kali seminggu dan setiap kali senam ± 30 menit. Senam asma akan memberikan hasil bila dilakukan selama 6-8 minggu.
Senam asma tidak berbeda dengan senam pada umumnya. Berikut rangkaian senam Asma:
1. Pemanasan
Dimulai dengan pemanasan
2. latihan Inti
Latihan inti A:Bertujuan untuk melatih cara bernafas yang efektif bagi penderita asma. Dengan cara menarik nafas dan mengeluarkan nafas. Proses pengeluaran nafas lebih lama 2 hitungan.Latihan inti B:Bertujuan untuk melepaskan otot-otot pernafasan. Dengan irama yang ritmis, otot-otot akan menjadi santai, sehingga mempermudah pernafasan dan ekspektorasi.
3. Aerobik
Aerobik dilakukan supaya tubuh dapat menghasilkan pembakaran O2 tinggi untuk meningkatkan hembusan napas. Dan disesuaikan dengan kondisi dan usia peserta senam asma
4. Pendinginan
Diakhiri pendinginan. alam pendinginan, dilakukan gerakan-gerakan lambat agar otot-otot kembali seperti keadaan semula yaitu dengan menggerakkan tangan sambil menarik napas pelan-pelan.
Manfaat dan Tujuan Senam Asma
Senam asma juga merupakan salah satu penunjang pengobatan asma karena keberhasilan pengobatan asma tidak hanya ditentukan oleh obat asma yang dikonsumsi, namun juga faktor gizi dan olah raga. Bagi penderita asma, olah raga diperlukan untuk memperkuat otot-otot pernapasan.
Senam asma bertujuan untuk:
Melatih cara bernafas yang benar.
Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan.
Melatih ekspektorasi yang efektif.
Meningkatkan sirkulasi.
Mempercepat asma yang terkontrol.
Mempertahankan asma yang terkontrol.
Kualitas hidup lebih baik.
Senam asma tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada syarat-syarat bagi mereka yang akan melakukan senam asma, yaitu: tidak dalam serangan asma, sesak dan batuk, tidak dalam serangan jantung, dan tidak dalam keadaan stamina menurun akibat flu atau kurang tidur dan baru sembuh.
Rangkaian dan Frekwensi Senam Asma
Rangkaian senam asma pada prinsipnya untuk melatih memperkuat otot-otot pernafasan agar penderita asma lebih mudah melakukan pernafasan dan ekspektorasi.
Senam asma sebaiknya dilakukan rutin 3-4 kali seminggu dan setiap kali senam ± 30 menit. Senam asma akan memberikan hasil bila dilakukan selama 6-8 minggu.
Senam asma tidak berbeda dengan senam pada umumnya. Berikut rangkaian senam Asma:
1. Pemanasan
Dimulai dengan pemanasan
2. latihan Inti
Latihan inti A:Bertujuan untuk melatih cara bernafas yang efektif bagi penderita asma. Dengan cara menarik nafas dan mengeluarkan nafas. Proses pengeluaran nafas lebih lama 2 hitungan.Latihan inti B:Bertujuan untuk melepaskan otot-otot pernafasan. Dengan irama yang ritmis, otot-otot akan menjadi santai, sehingga mempermudah pernafasan dan ekspektorasi.
3. Aerobik
Aerobik dilakukan supaya tubuh dapat menghasilkan pembakaran O2 tinggi untuk meningkatkan hembusan napas. Dan disesuaikan dengan kondisi dan usia peserta senam asma
4. Pendinginan
Diakhiri pendinginan. alam pendinginan, dilakukan gerakan-gerakan lambat agar otot-otot kembali seperti keadaan semula yaitu dengan menggerakkan tangan sambil menarik napas pelan-pelan.
Hindari Asma Dengan Cara tepat
Pada penderita asma, latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu serangan asama.Dibawah ini adalah beberapa latihan untuk penderita asma :Pertama, gimnastik respirasi atau senam pernapasan. Tujuan untuk memperbaiki kelenturan (fleksibilitas) rongga dada, sehingga dapat mengembang-mengempis secara optimal, memperbaiki kelenturan dan kekuatan diafragma (sekat rongga badan) sehingga pernapasan perut dan diafragma optimal. Meregangkan otot-otot pernapasan. Selain memperbaiki kelenturan rongga dada juga menghilangkan kondisi yang selalu menegang (memendek dan kaku) otot-otot tersebut, sehingga memudahkan pernapasan yang benar dan memperbaiki postur rubuh.Kedua, program terapi latihan atau fisioterapi yang umum. Latihan pernapasan (Breathing Exercise) berbeda dengan gimnastik respirasi, meskipun didalamnya terdapat latihan-latihan yang bertujuan memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. Tujuan utamanya pada penderita asma adalah untuk melakukan pernapasan yang benar (efisien).Latihan pernapasan utama bagi penderita asama adalah latihan nafas perut atau diafragma. Kekhususan di dalam latihan wyakni waktu mengeluarkan nafas dikerjakan secara aktif. Sedangkan sewaktu menarik napas, lebih banyak secara pasif. Mengeluarkan nafas melalui mulut yang mencucu seperti sewaktu meniup lilin atau bersiul, pelan-pelan, dengan mengkempiskan dinding perut. Sewaktu inspirasi, dinding perut relaks (pasif) dan udara masuk ke paru-paru melalui hidung.Latihan relaksasi pada penderita asma bertujuan mencapai kondisi relaks baik sewaktu ada serangan maupun diluar serangan. Yang ingin dicapai, penderita secara spontan dapat relaksasi, baik pada otot-otot pernapasannya maupun mentalnya, pada saat serangan terasa akan datang atau sedang dalam serangan.Latihan memperbaiki postur tubuh, pada penderita asma berat yang kronis, postur tubuh menjadi agak bungkuk dengan kedua bahu agak terangkat, nampak otot-otot pernapasan menonjol, memendek dan kaku. Terdapat saling keterkaitan antara postur tubuh otot-otot tubuh yang membesar dan kaku, serta pernapasan yang paradoksal. Gymnastik-Respirasi untuk penderita asma, biasanya telah memasukkan unsur perbaikan postur tubuh ini di dalamnya.Pada penderita asma, latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu serangan asama.Dibawah ini adalah beberapa latihan untuk penderita asma :Pertama, gimnastik respirasi atau senam pernapasan. Tujuan untuk memperbaiki kelenturan (fleksibilitas) rongga dada, sehingga dapat mengembang-mengempis secara optimal, memperbaiki kelenturan dan kekuatan diafragma (sekat rongga badan) sehingga pernapasan perut dan diafragma optimal. Meregangkan otot-otot pernapasan. Selain memperbaiki kelenturan rongga dada juga menghilangkan kondisi yang selalu menegang (memendek dan kaku) otot-otot tersebut, sehingga memudahkan pernapasan yang benar dan memperbaiki postur rubuh.Kedua, program terapi latihan atau fisioterapi yang umum. Latihan pernapasan (Breathing Exercise) berbeda dengan gimnastik respirasi, meskipun didalamnya terdapat latihan-latihan yang bertujuan memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. Tujuan utamanya pada penderita asma adalah untuk melakukan pernapasan yang benar (efisien).Latihan pernapasan utama bagi penderita asama adalah latihan nafas perut atau diafragma. Kekhususan di dalam latihan wyakni waktu mengeluarkan nafas dikerjakan secara aktif. Sedangkan sewaktu menarik napas, lebih banyak secara pasif. Mengeluarkan nafas melalui mulut yang mencucu seperti sewaktu meniup lilin atau bersiul, pelan-pelan, dengan mengkempiskan dinding perut. Sewaktu inspirasi, dinding perut relaks (pasif) dan udara masuk ke paru-paru melalui hidung.Latihan relaksasi pada penderita asma bertujuan mencapai kondisi relaks baik sewaktu ada serangan maupun diluar serangan. Yang ingin dicapai, penderita secara spontan dapat relaksasi, baik pada otot-otot pernapasannya maupun mentalnya, pada saat serangan terasa akan datang atau sedang dalam serangan.Latihan memperbaiki postur tubuh, pada penderita asma berat yang kronis, postur tubuh menjadi agak bungkuk dengan kedua bahu agak terangkat, nampak otot-otot pernapasan menonjol, memendek dan kaku. Terdapat saling keterkaitan antara postur tubuh otot-otot tubuh yang membesar dan kaku, serta pernapasan yang paradoksal. Gymnastik-Respirasi untuk penderita asma, biasanya telah memasukkan unsur perbaikan postur tubuh ini di dalamnya.
Entri Populer
-
Wah susahnya membuka Fortinet Berikut langkah-langkah yang dapat anda lakukan, smoga berhasil. The Fortinet Web Filter is a URL filtering se...
-
DAFTAR HASIL SELEKSI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMA NEGERI 1 BANTUL 2010/2011 ...
-
Bagi siswa yang ingin mencoba soal2 olimpiade Fisika dan astronomi dapat melihat sosal berikut SELEKSI TINGKAT KABUPATEN OLIMPIADE SAINS NA...
-
pengumuman hasil psb RSMABI SMAN 1 Bantul No. NO. PDF NAMA Jumlah Total Ket. 1 336 PUJI NURHIDAYAH 8.17 diterima 2 153 ODILIA ENGGAR RANUM...
-
Jurnal Manajemen Pendidikan V0l 7 (1), 2011 Integrative Leadership: A Review of Theory Subarino a,b Abdul Jalil Ali b , Tang Keow Nga...
-
Pendaftaran dimulai Tgl 16 mei -21 mei 2011 ; pukul 08.00 sd 13.00 wib,kecuali hari jumat pukul 11.00 wib. Jadwal seleksi , 24 mei 2011 jam ...
-
Obat diabetes alami : 1. Akar pisang jarum : 100g 2. Daun nangka : 31 lembar 3. Daun Salam ; 21 lembar semua bahan direbus minum 3 x sehari ...
-
Manfaat dan Tujuan Senam Asma Senam asma juga merupakan salah satu penunjang pengobatan asma karena keberhasilan pengobatan asma tidak hanya...
-
INFORMASI PSB SMAN 1 BANTUL TAHUN 2009/2010 Sebanyak 576 calon siswa baru SMAN 1 Bantul mengikuti ujian masuk SMAN 1 Bantul Program Rintis...
-
SKL BAHASA JAWA Bahasa dan Sastra Jawa 1. MEMBACA Memahami secara kritis berbagai jenis wacana tulis teks nonsastra berbentu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar